Sabtu, 26 Juli 2014
Diam....
Tentang sosok tak perlu dipertanyakan.
Aku tetap diam. Menyapa , memandang seperti ada hambatan yang terus memegangi jiwa ini.
Datanglah, cukup ada.... seperti sebuah makna tanpa kata yang terkata-kata dlm bhs bru.
Mulut memang tak fasih dalam bicara, apalagi bertutur sapa.... tapi sadarku terlalu fasih memerhatikan tanpa mata yang terlalu tajam memandang.
"Diamku, tak berani sapa dan tk bicaraku, adalalah menghormati cinta"
hingga bila ternyata kau tak berkenan sekalipun , tak perlu risau karna ku simpan rasa ini dalam diamku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
senang bertengkar denganmu
Pernahkah kau bertengkar? Apa kau menyesalinya? Dan bila itu terjadi padaku aku tak akan menyesalinya. Indahnya pagi setelah kutempuh malam ...
-
Lebaran, kau datang cepat sekali. Ramdhan sepertinya tinggal penghabisannya. Aku terlalu mencintai bulan ini. Banyak sekali tilas-tilas sen...
-
Kuncinya bukan pada situasi. Tapi bagaimana meni’mati situasi itu sendiri. Karena dengan meni’mati apapun akan menjadi menyenangkan, en...
-
Hay...... pahami aku!!!! teriakku pada mereka. yang kudapat hanya diam mereka, bahka tak sedikitpun mereka mau memperhatikan. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar