kangen mengendap ngendap masuk di relung hati
mengukir wajahnya yang menari nari di angan.
hingga yang berlalu bak cerita hangat untuk dikenang diri sendiri dalam bayang.
Langganan:
Postingan (Atom)
senang bertengkar denganmu
Pernahkah kau bertengkar? Apa kau menyesalinya? Dan bila itu terjadi padaku aku tak akan menyesalinya. Indahnya pagi setelah kutempuh malam ...
-
Tilas hujan masih menepi di jalanan Mendung masih semangat di langit malam Dibawah ini , mata kawan-kawan mengantuk Terasa ingin ...
-
Lebaran, kau datang cepat sekali. Ramdhan sepertinya tinggal penghabisannya. Aku terlalu mencintai bulan ini. Banyak sekali tilas-tilas sen...