Tampilkan postingan dengan label Lampu "kritis". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampu "kritis". Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 November 2013

"Tebar Pesona"



Mencoba mendekati masyakat. Langkah awal yang dilalui, bukan hanya bayang-banyang juga berbicara belaka tanpa ada aksi. Tapi terjun langsung ke lapangan, melihat langsung, menelusuri gang-gang kecil  Kemudian mensapai orang-orang sebagai bentuk interaksi dengan mereka.

Siapapun tak terkecuali anak balita. Bahkan sampai yang tua rentapun harus disambut dengan menyapa. Setidak-tidaknya hanya dengan senyum belaka. Bila aku kata, pendekatan ini yang ku beri nama “tebar pesona”. Dan hal ini biar menjadi langkah awal dalam mendekati mengenali juga memahami masyarakat.

 Walau menebar pesona dengan sapaannya, tetaplah coba amati mereka, lingkugan, obrolan.  Sebagai bentuk melatih kepekaan diri.

Minggu, 13 Oktober 2013

Diamlah sejenak





Berbicara. Bersenda gurau. Gelak tawa. Melamun tanpa arti. Akan mem pasifkanmu dari ma’na.Bahkan perbincangan dengan diikuti banyaktawa, akan mengakibatkan lepasnya kontrol diri.

Mencoba. Menahan diri  untuk berbicara banyak saat keramaian. Maka kau kan dapati, diri akan lebih terkendali. Mulai dari tutur kata, kelakuan, mengambil keputusan. Karena bisa jadi, perbuatan dan tetek bengek kata yang  tak terkontrol diri berakibat menyakiti hati teman-teman yang berada didekatnya.

Tak hanya sebatas mengontrol diri. Tapi dengan diam dan mencoba mendengarkan. Maka kau akan mendapat pembelajaran tersendiri untuk mu.

Kau kan melihat banyak hal. Kau kan dengarkan banyak suara yang tak terdengar bila kau berbicara. Suara-suara yang kan ada ma’nanya bila kau hayati dan resapi”

Diamlah sejenak dan dengarkanlah

Minggu, 29 September 2013

Kepedulian bagi “nurani yang bingung”



23-september-2013



Sudah lagi tak terelakkan. Negara indonesia adalah negara paling kaya akan sumber daya alamnya. Namun juga bisa dikatakan, negara yang krisis akan moral. Dari lingkungan yang kumuh, atau berserakan sampah bukan pada tempatnya, menandakan pendidikan moral tak benar-benar merasuk dalam hati, sebagian besar.

Bukan lingkungan atau alam yang akan dibahas dalam ide kali ini, melainkan tentang semarak berdirinya tempat-tempat untuk melacur, juga ketertarikan para insan-insanya, semakin bertambah.
Bukan hanya bagi kalangan orang-orang dewasa saja, melainkan remaja dibawah umur telah mencicipi pekerjaan yang membutakan kehidupan bagi masa depan ini. Di sebabkan oleh perbedaaan masing-masing orangannya. Tergantung keadaan, lingkungan, pengalaman, ekonomi, kemalasan, kecelakaan, tidak punya pilihan lain, keputus asaan.

Orang yang memilih jalan ini pastilah memiliki suatu keadaan yang melatar belakanginya.  Dan bisa jadi, dikarenakan tarif yang diajukan begitu besar sehingga jalan ini memang diinginkan. Atau bisa jadi mereka yang memilih jalan ini, sangat ingin dan membutuhkan bantuan dari orang lain agar dapat meninggalkan jalan ini. Karena mungkin merasa semua jalan telah buntu, serta menanggung malu. Mereka membutuhkan orang lain untuk membantunya.

Sungguh bingung bagaimana caranya menanggulangi porak-porandanya  ini. Karena hal ini memang tidak mudahl. Apalagi dilihat dari peminatnya yang semakin meningkat.

Saran untuk menanggulangi yaitu dengan“KEPEDULIAN”. Entah ini kan berhasil atau tidak, aku tidak bisa menjaminnya.  Karena yang paling penting adalah bagaimana dalam diri kita tumbuh, dan selalu terbangun dalam jiwa kita sikap kepeduliaan kepada sesama.
Mungkin bisa dimulai dari hal-hal yang kecil dan sepele. Seperti halnya membuang sampah pada tempatnya, menyapa orang sebagai bentuk penghargaan, dan membantu orang lain dalam kesulitan (seperti halnya menyikirkan duri dari jalan agar para pejalan tidak menginjaknya).

“Mungkin dengan terbiasanya peduli, setiap orang kan terbuka hatinya untuk bersimpati dan membantu satu pelacur yang membutuhkan untuk dibantu. “Walau hanya, satu orang satu pelacur saja” . itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Jumat, 20 September 2013

Biar jadi sumber semangat dan menginspirasi



             

Iklan terkadang menjadikan sebuah pengaruh yang besar bagi para penonton. Entah itu pengaruh yang baik atau pengaruh buruk.

Contoh iklan yang berpengaruh baik bagi para penontonnya: Iklan yang dapat membuat para penonton teretak fikiran kreatif, menjadi tergugah semangatnya, menjadikan banyak ide-ide cemerlang, memunculkan ide-ide baru, atau setidak-tidaknya mengajak pada kebaikan.

Contoh iklan yang berpengaruh buruk: Yang mengajak pada sesuatu yang tidak baik atau kurang baik, seperti berbohong, membuat pikiran yang seronok/ ngeres, mengajak berfikir bagaimana menarik cowok/cewek dengan wajah yang cantik atau tampan agar dapat dipacari, kulit yang mulus dengan menampilkan anggota badan seorang wanita hingga mencetak fikiran bahwa wanita seksi, mulus, cantik lagi berbadan ramping, adalah ukuran wanita yang sempurna, kulit bebas bulu, , wangi yang merona.dll

Terkadang aku merasa aneh terhadap iklan rokok. Rokok itu bahaya dapat penyebabkan penyakit kanker, gangguan kehamilan dll. Akan tetapi dalam iklannya tidak ada gambar orang yang merokok, malahan dalam iklan itu digambarkan seorang yang kreatif, semangat, pantang mundur, tidak takut, berani , berjiwa seni, berjiwa membangun, berjiwa besar, bahkan sampai hal yang kocak namun tetap tersirat suatu ma’na yang dalam.   
             Meski bisa dikatakan tidak hanya iklan rokok saja yang menampilkan iklan yang penuh ma’na, iklan lain pun pastinya ada yang mengambarkan ilkan penuh ma’na, tapi bisa dikatakan kebanyakan iklan yang terjadi mengandung unsur yang kurang baik.

     Aku punya ide tentang iklan, “ jadikan semua iklan entah itu iklan minuman, bedak, sampo, makanan dll yang dapat membangun kekreativan anak-anak, remaja, ataupun orang dewasa, berikan iklan-iklan yang memicu orang kepada kebaikan. Dikarenakan iklan itu sangatlah berpengaruh pada para penontonnya.  
Sebelum iklan itu dapat dipertontonkan dipublik. Haruslah di analisa dalam-dalam, apa dampak iklan itu bagi para penontonnya, tetap disamping promosi prodaknya seandainya iklan itu berdampak baik juga mencetak fikiran baik maka hal itu layak tuk dipertontonkan.

Ide: sarungan





Bersarung telah menjadi hal biasa bagi seorang santri maupun masyarakat pada umumnya. Baik laki-laku maupun perempuan.Karena sarung sangatlah longgar jika dipakai, sehingga mampu menyamai rok bagi para peminat wanita.

Kelonggaran dari sarung itu menjadikan langkah-langkah dalam berjalan terasa nyaman, karena mampu menjangkah dengan jangkahan yang sangat lebar.

Meski begitu. Bersarung bisa jadi sebuah tragedi yang sangat memalukan jika dilihat dari sisi negatifnya.
Cara memakai sarung adalah dengan melempit sarung di pinggang lalu dilipat sedikit serapat mungkin sebagai penyanggah. Terkadang lipatan itu dapat lepas dari pinggang atau melorot jika lipatan tidak kuat dalam penyanggahannya Hal ini sangat fatal sekali kalau sampai terjadi dimuka umum.

Hal negatif lainnya. Seiring berjalannya waktu sarung  yang telah menjadi trend dalam masyarakat serta beretting tinggi, menjadikan berbagai model , warna, bahan diluncurkan untuk menarik perhatian para peminatnya.

Bahkan sudah lama meluncur sarung murah, tipis, jika berdiri di dekat pintu dan tersinari cahaya terang akan menerawangi kaki hingga paha. Hal ini pun juga sangat fatal, dikarenakan aurat akan terlihat dan hal ini sangat memalukan.

Seyogyanya jika bersarung baik laki-laki maupun perempuan, dirangkap dengan celana panjang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan malu berkepanjangan dikarnakan melorot dimuka umum dan terterawang ( terlihat aurotnya dimuka umum).

senang bertengkar denganmu

Pernahkah kau bertengkar? Apa kau menyesalinya? Dan bila itu terjadi padaku aku tak akan menyesalinya. Indahnya pagi setelah kutempuh malam ...