Tampilkan postingan dengan label Guru kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru kehidupan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 01 Maret 2015
CAh kuwi
Balaslah kejahatan dengan kebaikan. Itulah yang dilakukan anak kecil itu padaku. "Aku malu sekali"
Minggu, 13 Oktober 2013
AKu mencitai nya
Gadis hadrotul maut. Tak tampak gurat wajahmu dalam hitungan detik waktu untukku, tapi kau lewati ku dalam satu kejap dan beberapa menit saja. Dan telah menilaskan beberapa perasaan yang tak dapat dibendung.
Bila aku kiaskan. Engkau bagaikan permata yang
berkilau, yang kilauanmu engkau tuju
demi-Nya. Kau tertawari sekarung emaspun niscaya kau kan berpaling dari hal itu,
karna itu bukan suatu keindahan melainkan hanya “menyakiti hati” bila engkau
memilih menerimanya.
Bila kau tertawari bertemu dan melihat-Nya. Air matamu berlinang,
hingga beberapa hari kau habiskan menangis rindu akan-Nya.
Gadis hadratul maut. Kini kau telah kembali. Kini kau telah
bebas, dari penjara kehidupan ini. Penjara yang siap mengubur hidup manusia
dalam keinginannya yang buta, hingga keindahan kan tertutupi, layaknya bintang bertebaran
dilangit yang tertutupi gemerlapnya lampu kota.
Kau keluar dari penjara. kau pergi bersama kerinduanmu. Kau pergi
bersama sahabat sejati, adalah dirimu yang taat.
Wahai permata yang telah tiada kehadirannya. Semerbak wangimu
tercium walau hanya lewat kata yang terlampir sekejap. Namun engkau telah
memberi warna tersendiri dalam hidupku.
Aku mencintaimu bukan layaknya adam dan hawa saling
bercinta. Tapi aku mencintaimu karna kecintaan mu sama dengan kecintaan
harapanku. Kehidupanmu adalah kehidupan yang aku cintai “penghabisan waktu
untuk Tuhan”.
Bila tangis belum dapat menenggelamkan ku Bukan berarti aku
tak mengharapkan bertemu.
Bila hati belum sedekat para pencinta. Tapi cinta itu, selalu
ku damba.
Bila bagian diriku tersentuh getaran energi tabu pandangan
hidupku dulu, maka mohonku pada-Mu semoga tak membuatku kehilangan jernih jiwa
ku.
Sabtu, 12 Oktober 2013
Ini baru kawan.......
Ini baru kawan.......
Tak tebendung. Omongan kata, semakin menjalar kemana-mana.Gemerlap bintang bukan dilangit, tapi rasa kekagumannya saat melihat hal itu, mengisi ruang ini. Begitu indah kalau di rasa.Begitu terkagum-kagum. Andaikata aku diperbolehkan untuk berteriak "akuingin menjerit kegirangan". Bagaimanabisa tidak. "ini terlalu indah".
kau pahami hukum, lalu paham. selesai
kau pahami rumus, lalu paham . selesai
kau baca buku, paham. selesai
tapi ini, meski kau telah memahami semuanya, bahasa, kata,atau isinya, tak akan selesai. karna ini sesuatu yang berbeda dari yang lain.
"Dibaca berulang-ulang, walau faham menjelma adanya,tetap diulang. Walau bosan menghadang, itu bukan bendungan untuk berhenti dari mengulang.
Indah sekali, bila kau mau mencoba pahami, sedalam-dalamnya,dengan bekal informasi-informasi lain, maka kata beliau "kau bisamerasakan gemerlapan bintang, dan menemukan kejutan-kejutan lain yang belum pernah disampaikan".
Ada banyak hal, yang tak dapat disampaikan dalam pengertian,dari mata pelajaran , bahkan fikiran yang ditimbulkannya sendiri.
Hanya bisa dimengerti kalu kau fahami nya. Dan banyak “kejuta-kejutan” yang sangatkejutan.
ia itu jelas, ia itu nyata, ia juga obat bagi penyakit yang menglolesi “sesuatu “kecil tapi akibatnya kekujur tumbuh kan layu.
Dan suatu hari nanti ia kan menjadi kawan yang sebaik-baiknya kawan bila dia kau jadikan bagian dari dirimu.
Tak tebendung. Omongan kata, semakin menjalar kemana-mana.Gemerlap bintang bukan dilangit, tapi rasa kekagumannya saat melihat hal itu, mengisi ruang ini. Begitu indah kalau di rasa.Begitu terkagum-kagum. Andaikata aku diperbolehkan untuk berteriak "akuingin menjerit kegirangan". Bagaimanabisa tidak. "ini terlalu indah".
kau pahami hukum, lalu paham. selesai
kau pahami rumus, lalu paham . selesai
kau baca buku, paham. selesai
tapi ini, meski kau telah memahami semuanya, bahasa, kata,atau isinya, tak akan selesai. karna ini sesuatu yang berbeda dari yang lain.
"Dibaca berulang-ulang, walau faham menjelma adanya,tetap diulang. Walau bosan menghadang, itu bukan bendungan untuk berhenti dari mengulang.
Indah sekali, bila kau mau mencoba pahami, sedalam-dalamnya,dengan bekal informasi-informasi lain, maka kata beliau "kau bisamerasakan gemerlapan bintang, dan menemukan kejutan-kejutan lain yang belum pernah disampaikan".
Ada banyak hal, yang tak dapat disampaikan dalam pengertian,dari mata pelajaran , bahkan fikiran yang ditimbulkannya sendiri.
Hanya bisa dimengerti kalu kau fahami nya. Dan banyak “kejuta-kejutan” yang sangatkejutan.
ia itu jelas, ia itu nyata, ia juga obat bagi penyakit yang menglolesi “sesuatu “kecil tapi akibatnya kekujur tumbuh kan layu.
Dan suatu hari nanti ia kan menjadi kawan yang sebaik-baiknya kawan bila dia kau jadikan bagian dari dirimu.
Minggu, 06 Oktober 2013
DEngarlah
Dengarlah “engkau
mendengar maka engkau belajar”
Ada banyak suara yang menggema tanpa aturan nada dan ritme. Mereka
bersuara, langsung bersuara. Dengan melodi kebebasan.
Dan suara-suara itu bisa hilang. Kala fikir berjelaga
kemana-mana. Saat engkau lebih mementingkan berbicara tanpa ma’na ataupun dengan
ma’na.
Tapi coba berhentilah. Coba berhentilah sejenak. Untuk mendengarkan
keramaian suara yang tak terhitung nadanya. Bahkan detik jam yang terlupakan
mungkin kan terdengar detaknya.
Sungguh, kau kan dengarkan nada indah tersendiri untuk mu.
Dan coba rasakan emosinya, dari dendangan nada yang
terumbar.
Indah sungguh indah sekali…..
Nada yang tertoreh tak berurutan lagi tak terkotakkan
seperti halnya nada yang ada dalam tangga nada.
Do re mi fa so la si do
Tapi, nada ini
menyimpang dari nada yang telah tertera. Dan banyak nada yang asing yang kan
terdengar bunyinya.
Ini melodi bebas . Yang tak dijerat oleh keterbatasan tangga nada. Dan aku namai
sebagai nada Emosi, nada rasa. Karna setiap riuhnya suara terkutip emosi yang kan
terberikan.
Ada nada yang dinamakan kecewa, bahagia, duka, sedih,
merana, takut, nakal, gelak tawa, semilir angin, perbicaan, perdebatan, malu,
semangat membara, tangis, simpati, penuh tanya, rengekan anak pada orang
tua,motor, mobil dan masih banyak lagi yang tak terhitung dengan jari-jemari.
Dan ada pengertian-pengertian dari setiap nada itu. Suatu ma’na
yang kan dimengerti kalau didengarkan.
Coba dengarkan dan rasakan…… dan ma’nai
Ini melodi kebebasan yang tak dibatasi apa itu, ruang buatan
manusia.
Dengarlah, dengarlah maka kau kan belajar
Sabtu, 05 Oktober 2013
Maaf!!!!! Tolong sayangi dia
Tidak Mudah memang....
tapi ini yang aku irikan pada beliau. ke istiqomahan sampai mati. hingga
para sesepuh memipikan nya berada di rumah megah bersama baginda. Dan saat
mereka bangun , ternyata jiwanya telah kembali.
Biar tangis menyeruak, biar rasa tak percaya menghepas habis
seisi ruangan rumah. Tapi aku malah berlari ke kemar mandi, mengambil air wudhu
lalu ku tunaikan sholat subuh yang belum datang waktunya.
Segera degan cepat aku
selesaikan. Lalu menghampirinya tidur terlentang dikasurnya dengan
sekujur tubuh yang telah suci, karna sebelum menghebuskan nafas terakhir,
beliau meminta untuk disiram tubuhnya, dan melepas infusnya.
Lantas mengganti pakaiannnya dengan baju yang bersih.
Lari ku menghapirinya. Dan beliau hanya meninggalkan tubuh
dingin serta wajah pucat namun berseri. Dan Semu kuning terlapir dimimik
wajahnya. Tapi aku ingin satu kata. Satu
kata atau satu kalimat pendek untuk
ku dengar dari lisannya “aku memaafkanmu” hanya itu.
Tapi perandaian belaka. Malam, detik-detik sebelum eksekusi tiba, aku memandang beliau, suaranya semakin
menghilang. Aku tawarinya segenggam jeruk manis lantas beliau mengagukkan
wajahnya. Ini saatnya aku menghilangkan rasa maluku, untuk mengambil sebutir
jeruk di hadapan bapak-bapak di ruang tamu. Tekadku bulat demi beliau. Aku dengan
bergegas mengambil jeruk yang asik tidur di piring, tengah kerumunan laki-laki
dewasa. Dan kembali kekamar dengan membawa kemenangan atas keberhasilanku
membawa satu jeruk.
Tapi ternyata beliau
telah diabilkan jeruk yang jauh lebih besar, dan mungkin lebih manis karna
paras jeruk itu memang menggiurkan lidah.
Ahhh…. Kecewa….
Aku tidak peduli…. Ahirnya jeruk itu untuk aku sendiri.
Merasa begitu janggal dengan semua ini, beliau sakit, suara
beliau semakin dalam dan hilang. Maka Kali
ini aku ingin bertekad untuk mengucapkan kata yang selama ini, setahun lebih
ini, kupendam dalam-dalam.
Malam ini adalah saatnya aku harus mengatakan padanya.
Tapi sayang. Selalu saja gagal. Aku malu, aku malu, dan
sungkan. Lalu aku menitipkan salam maaf ku kepada emak, biar beliau saja yang
menyampaikan aspirasiku kepadanya.
Teng…. Detik mulai
mendekati pelestarian. Tiba-tiba mataku ingin terpejam. Bukan hanya aku tapi
yang lainpun juga begitu kecuali emakku dan bapakku. Dua insani yang telah lama
menjalin komitmen hingga hari ini telah
syah sebagai mempelai yang telah muhrim.
Mata ku terbuka, dan tiga kata sebelum aku lari, oleh kakak
tercinta yang berucap “beliau telah tiada”.
walau fikiran masih meng ayang-ayang pada tidur. Tapi rasa
tak percaya akan informasi itu, sehingga membuat kakiku bergetar dengan kencang.
Matahari telah hadir
dengan menebarkan cahaya terang nya. Orang-orang berdatangan dengan linangan
air mata membasahi pipi-pipi mereka. Bisa dikata beliau adalah seorang guru
bagi mereka. Bukannya hanya mereka, tapi aku juga, kakakku, emakku.
Dan satu pertanyaan “ sudahkan kata maafku tersampaikan
padanya”
Dan ternyata….
Belum. Ya beliau (emak) belum menyampaikan kata maafku. Sungguh perih.
Namun aku tak boleh menyalahkannya, karna bisa jadi beliau
lupa, dan bodohnya aku, kenapa aku tak memintanya sendiri. Dan malah
melimpahkannya pada orang lain.
Dasarrr……..
Melinang, air mata bertaburan. Bagaikan daun berguguran.
Sungguh menyesal….
Andai aku mampu mengulang waktu beberapa menit saja, maka
hanya satu pintaku “maafkan aku”. Tapi apa dayaku?
Yang dapat kulakukan hanya merintih, dan berdo’a pada-Nya “ampuni
hamba-Mu ini gusti, dan terimalah ia disisi-MU, kasihilah dia.”
Satu hal dari banyak
hal pembelajaran yang kudapat hari ini “jangan memintakan orang lain untuk
menyampaikan maaf, dan jangan menunggu terlalu lama untuk meminta maaf. Dan tak
usah berfikir panjang untuk meminta maaf.
Ketika berbuat salah sebisa mungkin langsung saja pintakan maaf atau
sertidak-tidaknya beri ruang untuk bernafas sejenak kemudian baru minta maaf. Agar
tidak menyesal pada ahirnya. Seperti manusia ini yang tengah menghayalkan
masa-masa itu. Dan Al fathihah untuk mu dariku yang telah terlambat meminta
kerelaanmu.”ya Allah, sayangilah dia”
|
2. Al Baqarah
|
|
155. Dan sungguh akan Kami berikan
cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa
dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
|
|
2. Al Baqarah
|
|
156. (yaitu) orang-orang yang
apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa
ilaihi raaji'uun"[101].
|
|
[101]. Artinya: Sesungguhnya kami
adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan
kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan
menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.
|
|
2. Al Baqarah
|
|
157. Mereka itulah yang mendapat
keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk.
|
Jumat, 20 September 2013
HAy wanita.
30 Agustus 2013 pukul 7:46
BAgaimana
perasaanmu seandainya kau berada dipelaminan berasama orang yang tak
kau kenal lagi tak kau cinta disisi lain kau telah tenggelam dalam
lautan cinta pada adam yang lain. Namun dirimu hanya dapat berkutat
dengan linangan air mata, hari demi hari, waktu demi waktu hingga kau
menghibur dirimu sendiri "apapun yang dipilihkan beliau, ini pasti baik
untuk diriku"Dan kini " saya terima nikahnya" telah terucap. sedang para saksi mensahkannya.
dan sekali lagi " bagaimanakah perasaanmu ?
do'aku untuk mu " semoga ini benar-benar yang terbaik untukmu. Semoga, dengan seiring berjalannya waktu tenggelamnya cinta serta luapan berhari-hari tangismu kan terbayar beralihnya cinta mu padanya, kepada sosok didepan matamu. Yang kan bersamamu, mendapingi kehidupanmu layaknya ia adalah pemilik tulang rusukmu.
barakalloh...."
Tegar
11 Juni 2013 pukul 15:58
Kakak beradik yang belum mencapai tahapan remaja, apalagi dewasa. Dipilihkan untuk tinggal di istana suci oleh kedua orang tuanya. Entah dengan alasan apa.
Kategori adek yang masih tergolong balita, dan sang kakak yang masih berusia anak-anak.
Perasaan yang masih mudah bergejolak, dan mudah terbawa angin. Dimana usia-usia yang masih membutuhkan dekapan hangat dari kedua orang tuanya.
Ku lihat mereka berdua duduk di tepi tembok. Memandangi perlombaan pondok yang tengah beradu gaya di panggung dengan segala aksinya.
Sang adik yang terbawa dalam lamunan atas tatapan tajamnya, membuat dirinya tak mau siapapun mengganggu fokusnya akan perlombaan yang berlangsung ramai .
Tak disangka. tangan jahil memegang tubuhnya, dengan sentuhan menggoda dari wanita dewasa kepada balita itu.
Marah, jengkel, ingin memukul, apa dayanya dia bukan siapa-siapa, dia hanya anak balita yang hanya mampu membalas dengan rengekan sendu kepada kakaknya. Tak kuasa ia membalas para penggoda itu, karna pasti dia tak dapat melawanna.
Rengekan, serta keluh kesah ia limpahkan kepada kakaknya, dengan diikuti linangn air mata yang melewati kelopak matanya.
Tak dapat berbuat apa-apa kepada sang adik, selain menariknya jauh lebih dekat padanya, dan mengusap butiran-butiran air mata yang berlinang . Tangan mengusap pipi cabi milik sang adik, sebagai pengganti sesaaat dekapan hangat dari kedua orang tuanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
senang bertengkar denganmu
Pernahkah kau bertengkar? Apa kau menyesalinya? Dan bila itu terjadi padaku aku tak akan menyesalinya. Indahnya pagi setelah kutempuh malam ...
-
Lebaran, kau datang cepat sekali. Ramdhan sepertinya tinggal penghabisannya. Aku terlalu mencintai bulan ini. Banyak sekali tilas-tilas sen...
-
Hay...... pahami aku!!!! teriakku pada mereka. yang kudapat hanya diam mereka, bahka tak sedikitpun mereka mau memperhatikan. ...
-
Jujur kurasakan. Asek-asek. Saat menatap Beliau Romo yai, ada sebuah ketenangan sikap. Cara beliau melangkah, menatap, tersenyu...
