Apa harus pergi???.
Terlintas batu percikan biru tersumbat. BUkan untuk ku ludahi tapi
kuhargai kedatangannya, dan mencoba mehilang darinya pada kenyataannya
(mungkin). Setelah diskriminasi cerita menyumbat kedalam telinga
hingga kerongga letaknya percikan biru. "Pada suatu surau
memanggil-manggil, maka aku tegap sadar, siapa yang seharusnya aku
panggil',yang selalu senantiasa mengamati tanpa tidur dan kantuk
menghampiri.
Dan mencoba menghilang meski dengan ke ambiguan.
kata rela dan tak rela terkadang sering tak dapat terpedakan, pada saat biru berada pada puncak kebiruannya.
hanya
yang ingin ku tahu....... sebenarnya apa. HIngga untuk menjadi
alasan dalam mengambil keputusan. "menghilang, atau teradakan?"
tapi
beruntung, birunya sementara ini tak menghujat siapa yang sebenarnya
harus aku panggil. karena toh keterberiannya dan pengambilan di percikan
biru adalah sama mudahnya.
maka aku bertanya pada tanya, dan jawaban yang tertanyakan adalah tanya. UNtuk saat ini , adalah : Tanya di jawab dengan tanya?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
senang bertengkar denganmu
Pernahkah kau bertengkar? Apa kau menyesalinya? Dan bila itu terjadi padaku aku tak akan menyesalinya. Indahnya pagi setelah kutempuh malam ...
-
Hay...... pahami aku!!!! teriakku pada mereka. yang kudapat hanya diam mereka, bahka tak sedikitpun mereka mau memperhatikan. ...
-
Apa harus pergi???. Terlintas batu percikan biru tersumbat. BUkan untuk ku ludahi tapi kuhargai kedatangannya, dan mencoba mehilang dari...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar