Nggak ada yang main-main dan nggak penting di kehidupan ini. Apa satu noda kecil di baju
adalah ketidak pentingan? Apa debu yang
bertebangan adalah ketidak pentingan? Apakah goresan perca pada tembok akibat
percikan semen itu main-main dan nggak penting?
Apa ketika batu kecil yang terselip di antara bebatuan besar adalah
main-main?
Tak ada yang tak penting disana. Karena semua tercipta bukan
main-main. Bahkan permainan itu sendiri ketika dimainkan bukanlah suatu hal
yang main-main.
Yang main-main adalah “main-main itu sendiri” membuat seolah
hal-halnya tidak penting.
Nggak ada yang main-main meski menurut pandangan manusia itu
suatu hal yang nggak penting.
Maka mataku ingin membawa ke tidak petingan itu, untuk
mencari tahu, apakah ketidak pentingan itu benar tidak penting. Atau ketidak
pentingan itu ternyata juga bukan main-main, karena keberadaannya untuk
penggambaran tidak penting?.
Ia juga penting,. Andaikata tiada hal itu, bagaimana bahasa untuk
menggambarkan sesuatu yang dianggap tidak penting?
Lalu, apa ada yang tidak penting? Walau ketidak pentingan
itu sendiri?
Tanyakan pada aku. Aku diri kalian masing-masing. Apa aku
ini penting?. Aku( diri kalian juga aku) adalah peting meski untuk sesuatu yang
tidak penting sekalipun.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
senang bertengkar denganmu
Pernahkah kau bertengkar? Apa kau menyesalinya? Dan bila itu terjadi padaku aku tak akan menyesalinya. Indahnya pagi setelah kutempuh malam ...
-
Hay...... pahami aku!!!! teriakku pada mereka. yang kudapat hanya diam mereka, bahka tak sedikitpun mereka mau memperhatikan. ...
-
Apa harus pergi???. Terlintas batu percikan biru tersumbat. BUkan untuk ku ludahi tapi kuhargai kedatangannya, dan mencoba mehilang dari...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar