kawan tak pernah tahu sebenarnya. Ia hanya menduga-duga saja seperti apa. Tipikal diam, cerewet atau biasa, tersandangkan karena melihat kebiasaan memandang seperti itu. Hanya saja itu bukan kepastian yang dapat dipastikan.
Tempat. waktu, kondisi, suasana, dan momen bisa membuat orang berlaku apa dan berbeda.... "jika menilai tak perlu cepat bersimpul, karena hanya kan terjebak pada ketidak pastian" bahkan aku pun yang seolah paling mengenal diriku dari pada kawannya, tak benar-benar memahamiku"
manusia, aku, ia selalu berubah..... "mungkin pehaman yang ada setelah menilai terkadang hanya berlaku saat itu ada beberapa hari saja "
Atau penilaian itu hanya berlaku pada tempat itu dan kepada orang yang dihadapi. kepada yang lain. Diwaktu lain dan kondisi lain, yang semula tampak pecundang, pendiam, hanya bisa ikut-ikutan, ia jadi tampil tak terduga.
walau begitu, tetaplah memahami, dan terus memahami. seperti para filosof yang terus saja mencari kebenaran.... "seolah tiada kebenaran sejati".
lalu untuk apa mencari dan memahami toh tak pernah tercapai kata pasti......
"setidaknya dalam proses pencarian itu ada banyak hal yang kan dapat ditangkap mata, pendengaran, hati, dan fikiran untuk pembelajaran"
ada yang berkata, bahwa " sejatinya hidup adalah bertanya"
aku tak bilang tidak, juga tidak meng iyakan. Namun terkadang dengan bertanya hidup menjadi seperti hidup, karena mencoba tak mencari kan membawa pada kegelapan makna, hingga "memenjarakan diri dalam kegersangan hidup yang terus saja mengalami pengulangan".
tapi tanya, mencoba menjawab, bertanya lagi, mencoba menjawab lagi...... "memberi kehidupan tersendiri dalam diri"
tak sekedar memahami manusia, tapi semua yang ada........
walau beribu-ribu manusia telah menanyai dan melukiskan lewat kata dan karyanya, mencari sendiri dan memahami sendiri rasanya perlu, karena kita bisa memunculkan makna dan bahasa yang lain.
Selasa, 22 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
senang bertengkar denganmu
Pernahkah kau bertengkar? Apa kau menyesalinya? Dan bila itu terjadi padaku aku tak akan menyesalinya. Indahnya pagi setelah kutempuh malam ...
-
Lebaran, kau datang cepat sekali. Ramdhan sepertinya tinggal penghabisannya. Aku terlalu mencintai bulan ini. Banyak sekali tilas-tilas sen...
-
Kuncinya bukan pada situasi. Tapi bagaimana meni’mati situasi itu sendiri. Karena dengan meni’mati apapun akan menjadi menyenangkan, en...
-
Hay...... pahami aku!!!! teriakku pada mereka. yang kudapat hanya diam mereka, bahka tak sedikitpun mereka mau memperhatikan. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar