terposisikan dalam perandaian. wajah yang hanya permainan sandiwara belaka, saat memilih memandang dan menatap. hingga memilih terjatuh ke lubang yang sama atau melarikan diri hanya dengan keterpalingan.
saat wajah itu tak memberi suara, hanya kedipan mata diamnya yang selalu yang tertera, maka berlari saja.
berlari.... bukan kaki yang menggerakkan jari-jemarinya... tapi angan biar berlari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar