Kamis, 17 Juli 2014
Tak pemilik
Aku tak memiliki membentuk diri. Bentukan-bentukan yang terjadi pada semestapun tak pernah memiliki menjadi atau memilih. Tapi manusia memiiliki kebebasan walau sudah pada ruang dipilihkan yang dalam pandangannya masih buram pada detik satu dua atau tiga yang masih nanti.
"Jiwa dan raga ku, Engkau pegang erat, hingga sedikitpun nanar pandang Mu tak pernah lepas, walau ingatku sering kali terabai".
"ingatkankan jiwa ini kembali, Robby"
Senin, 14 Juli 2014
mengulang
Mengapa dunia berputar hingga memberi jelmaan malam dan siang?. setahun sekali ia berhasil memutari matahari dari dulu hingga sekarang belum terlihat adanya tanda-tanda berhenti. bulan elok terpampang di canvas langit juga memutari bumi.
jangan sebut manusia, karena ia pengulangan yang sesekali ku di buat bosan, kenapa aku termasuk dalam pengulangan walau beda jiwa.
tak peduli bumi ini ku tapaki atau tak ku tapaki toh pada selalnjutnya di gantikan dan akan digantikan.
pengulangan demi pengulangan terus terjadi....
tapi kiranya pengulangan akan tetap pengulangan, tapi adakah dibalik mengulang?
pengapdian?
"kiranya meni'mati kebosanan dan kehambaran perlu untuk sesekali mengecap sisi karunia-Nya, walau dengan nada bosan"
Alhamdulillah..
jangan sebut manusia, karena ia pengulangan yang sesekali ku di buat bosan, kenapa aku termasuk dalam pengulangan walau beda jiwa.
tak peduli bumi ini ku tapaki atau tak ku tapaki toh pada selalnjutnya di gantikan dan akan digantikan.
pengulangan demi pengulangan terus terjadi....
tapi kiranya pengulangan akan tetap pengulangan, tapi adakah dibalik mengulang?
pengapdian?
"kiranya meni'mati kebosanan dan kehambaran perlu untuk sesekali mengecap sisi karunia-Nya, walau dengan nada bosan"
Alhamdulillah..
Kamis, 10 Juli 2014
kehidupan bayang
seolah beberapa tahun yang lalu adalah mimpi sesaat yang lalu terbagun tepat sebelum hari esok ku. "BAgai bayang yang sangat singkat"
Aku, lalu, adalah bayang kenangan
jangan cari aku laluku.
jangan cari aku depan ku.
aku yang asli ada pada detik dan waktu dan hari ini....kemarinnya untuk besok adalah hari ini "selalu, selama nyawa masih dilekatkan dalam diri yang tak ku ketahui dimana letaknya."
mati, maka kan mengerti bahwa perjalan kehidupan hanya banyang yang sangat singkat....
Aku, lalu, adalah bayang kenangan
jangan cari aku laluku.
jangan cari aku depan ku.
aku yang asli ada pada detik dan waktu dan hari ini....kemarinnya untuk besok adalah hari ini "selalu, selama nyawa masih dilekatkan dalam diri yang tak ku ketahui dimana letaknya."
mati, maka kan mengerti bahwa perjalan kehidupan hanya banyang yang sangat singkat....
Selasa, 17 Juni 2014
Lihat kasih sayang
Apa kasih sayang harus dengan kelembutan?
Apa kasih sayang harus dengan senyuman?
Namun yang ku lihat dari gadis kecil itu tak seperti itu.
Matanya terpandangi tajam. wajahnya kekanak-kanakan selaras
umurnya. Duduk berdekatan orang-orang dewasa dengan sekotak snack miliknya. Tak
peduli siapa orang-orang yang berada di hadapannya dia makan dengan santainya.
Omongan-omongan dewasa terumbar ia tetap makan dan tetap diam.
Tanya salah satu dari orang dewasa. “ hey kenapa kau diam.
Biasanya kau cerewet, kalo ada teman laki kecilmu?”
Gadis kecil itu hanya diam saja dan tetap meneruskan makan.
Hanya menjawab beberapa patah kata jika hal itu memang perlu tuk di jawab.
Kau tahu dimana kawan kecilnya? “ya…
dia sedang pergi ke suatu tempat”.
Setiap hari gadis itu selalu bermain dengan lelaki kecil yang membuatnya tak bungkam. Setiap hari
bermain setiap hari berantem pula. Dan sering kali marahan pula. Namun bila
salah satunya tidak ada, maka akan mencarinya.
Meski mereka tahu pertemuan mereka untuk bermain, berantem
dan marahan bahkan hingga tertuai tangis, mereka tetap mencarinya!!!!
RIndu
Setiap kerinduan
melahirkan kegelisahan, setiap kegelisahan melahirkan rasa taku. Sumpah Tuhan
dengan matahari yang naik sepenggalah, dimana cahaya terangnya menerangi ke
pejuru, tanpa terlalu terik, tanpa terlalu menyengat, hingga cahayanya
memberikan kesegaran, kenyamanan. Bahwa Tuhan tak membenci apalagi meninggalkan
manusia seperti baginda. kegelisahan begitu menjamur segar dalam dirinya,
tetang kerinduan sebuah penugguan ayat-ayat cinta dari-Nya yang tak jua turun
beberapa hari berjalan. Maka lahirlah rasa takut... apa tuhan membencinya.
Tapi sumpah
hadirnya matahari sepeggalah,sambil merangkul penjelasan, begitu mengobati.
Bahwa itu menjadi sebuah bukti Tuhan mencintai baginda, Tuhan tidak
meninggalkan baginda
Wa dhuha
Selasa, 10 Juni 2014
Senyum itu
Suara
berteriak-teriak di jalan tepat berada di dekatku. Terbungkam suaranya
sekejap untuk menyapa lembut padaku saat tahu akumelawatinya. Senyum
yang tertuai begitu alami, tak dibuat-buat. Bahkan takpedih, tak ada
raut keluh pada kehidupan, meski di punggungnya menggendong satukasur
besar menatap langit dan menggelantung di bahunya bantal dan guling.
Ia meneruskan kembali panggilan-panggilan pada warga tentangkasur bantal dan gulingnya, dengan semangat pagi yang membara segar setelahsenyum indah itu terucap untuk ku,
Tak ada warga yang mencoba menghampirkan ia kerumahnya,karena mungkin saja zaman telah berganti. Kasur kapuk kini bukan lagi jadipilihan kalau spring bed empuk sudahcukup menggantikan.
senyum itu, ya, senyum itu....
senyum di antara perjuangan, dan kerasnya kehidupan, tetaptertuai segar walau siang masih banyak memberi tantangan yang lebih kejam, tapisenyumnya begitu siap untuk menerima itu semua.
ketika langkahkuharus berpisah dengan nya, pada beloknya jalanku dan lurusnya jalan yang iatempuh, maka aku berlari mencari sela untuk mendengar dan melihat ibu-ibupenjual kasur itu satu kali lagi .
Biar semangatnya memberi sengatan dalam jiwa ku. Dan senyumnyamenjadi guratan pada lembaran sunyi di gudang penyimpanan ma’na dalam diriku. Agarsuatu hari aku bisa membaca kembali tentang semangat nya, dan kembali memberisengatan itu padaku.
Kamis, 05 Juni 2014
Pengemis senja
Di ujung senja, si pengemis hanya melewatinya. Bagaimana matahari yang gagahnya itu semakin bersembunyi sambil mengurangi jeritan teriknya. Semburat ungu begitu mewarnai cakrawala, karena pucat ketidak ceriaan langit, sedang bisu hingga pancar indahnya tak perlu ragu lagi. Langkah tak hanya berdiam diri hanya terlena dengannya. Ia indah, tapi ada yang lebih indah dari itu." Menggais ma'na pada mepet senja".
SI Pengemis berjalan jauh bukan halangan demi mengisi wadah yang kering di terpa keadaan.basuhan-basuhan kata berbentuk nada, memberi sedikit makanan pada wadah yang mengemis. Aliran itu mengalir di dalam wadahnya, meninggalkan pada sendi-sendinya bahwa balutan alirnya begitu tenang terasa .
Walau malam telah menelan siang, maka mata dan dengar masih mau memancar,karena luapan nadanya begitu menghias pada kekeringannya.
Sore tak pernah letih memberi cerita yang berbeda, meski tempat yang sama dan para mata-mata, pendengaran dan suara yang sama. Meski pertemuan selalu bersambung oleh perputaran waktu yang semakin larut, tapi berharap untuk tanya pada hari berikutnya biar tercanang dalam dada, agar si pengemis itu tersirami kembali wadah keringnya.
"Ala bizhikrillahi tatmainnul QUlub"
Langganan:
Postingan (Atom)
senang bertengkar denganmu
Pernahkah kau bertengkar? Apa kau menyesalinya? Dan bila itu terjadi padaku aku tak akan menyesalinya. Indahnya pagi setelah kutempuh malam ...
-
Lebaran, kau datang cepat sekali. Ramdhan sepertinya tinggal penghabisannya. Aku terlalu mencintai bulan ini. Banyak sekali tilas-tilas sen...
-
Hay...... pahami aku!!!! teriakku pada mereka. yang kudapat hanya diam mereka, bahka tak sedikitpun mereka mau memperhatikan. ...
-
Jujur kurasakan. Asek-asek. Saat menatap Beliau Romo yai, ada sebuah ketenangan sikap. Cara beliau melangkah, menatap, tersenyu...