memangkas nyilu yang bersarang. terkatup-katup ku bawa dalam kehidupan. memang tersentak seperti nahkoda kapal pesiar yang terkejut ketika kapalnya menabrak karang.
terlelalap dalam lamunan. Setelah ku sadari sejak awal memang telah jauh pergi.
Terberikan aroma ini untuknya, dan kurasa benci tak kuumbar kerena sebuah ketiadaan mu di ruang waktu di sini.
"sukses ya"
semoga sekaligus menjadi gugurnya dedaunan duri yang tumbuh subur dalam diriku.
Selasa, 02 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
senang bertengkar denganmu
Pernahkah kau bertengkar? Apa kau menyesalinya? Dan bila itu terjadi padaku aku tak akan menyesalinya. Indahnya pagi setelah kutempuh malam ...
-
Lebaran, kau datang cepat sekali. Ramdhan sepertinya tinggal penghabisannya. Aku terlalu mencintai bulan ini. Banyak sekali tilas-tilas sen...
-
Jujur kurasakan. Asek-asek. Saat menatap Beliau Romo yai, ada sebuah ketenangan sikap. Cara beliau melangkah, menatap, tersenyu...
-
Ada dari tiada. Sesuatu ada karna sesuatu yang lain......begitu terus hingga yang ada hanyalah tiada. yang ada mengapa ada? apakah iya memil...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar