Alhamdulillah. Mengkabarkan pada
semua tentang realita kehidupan. bahwa tak selamanya kan duka. dan bahwa
kebahagiaan dapat diraih walau manusia mepicingkan mata. Dititik paling rendah
dan hina, martabat tidak ada, kemulyaan hanya sampah dimata mereka terhadap
dirinya, seolah dunia tak pantas menerimanya di mata manusia, bisa jadi hal itu
yang paling membahagiaan Tiada tara dari sang kuasa baginya. "karna
dirinya bukan mengharap padangan mulia dari sang mata manusia, melainkan mulia
di mata-Nya. (seongonk cerita atas petuah dari sang ustat yang tiba-tiba
bahagia atau memang bahagia)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
senang bertengkar denganmu
Pernahkah kau bertengkar? Apa kau menyesalinya? Dan bila itu terjadi padaku aku tak akan menyesalinya. Indahnya pagi setelah kutempuh malam ...
-
Lebaran, kau datang cepat sekali. Ramdhan sepertinya tinggal penghabisannya. Aku terlalu mencintai bulan ini. Banyak sekali tilas-tilas sen...
-
Hay...... pahami aku!!!! teriakku pada mereka. yang kudapat hanya diam mereka, bahka tak sedikitpun mereka mau memperhatikan. ...
-
Matanya lebam. Lekukan wajahnya tersirat letih. Auranya terhias kesedihan. Ia duduk bersandar dipan didepan rumahnya. Terpantau manu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar