jangan kau cium tangan ini dek. karena tangan ini tak sesuci tangan-tangan mereka.
Telah terlumuri noda hitam di kedalaman diri hingga menjelmakan rasa keengganan untuk tercium wajah suci dan bersihmu.
sampai kapan selosong noda ini akan terbagi, entah kan hilang dalam sekejap atau berwaktu-waktu, mungkin terus bersanding mewaktu sampai jejal itu terberitahu hilang atau terhancurkan.
Selasa, 21 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
senang bertengkar denganmu
Pernahkah kau bertengkar? Apa kau menyesalinya? Dan bila itu terjadi padaku aku tak akan menyesalinya. Indahnya pagi setelah kutempuh malam ...
-
Lebaran, kau datang cepat sekali. Ramdhan sepertinya tinggal penghabisannya. Aku terlalu mencintai bulan ini. Banyak sekali tilas-tilas sen...
-
Jujur kurasakan. Asek-asek. Saat menatap Beliau Romo yai, ada sebuah ketenangan sikap. Cara beliau melangkah, menatap, tersenyu...
-
Ada dari tiada. Sesuatu ada karna sesuatu yang lain......begitu terus hingga yang ada hanyalah tiada. yang ada mengapa ada? apakah iya memil...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar